Minggu, 14 Agustus 2016

Rupiah Terapresiasi 4,7% hingga Juli 2016

Rupiah Terapresiasi 4,7% hingga Juli 2016 - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menjelaskan, nilai ganti rupiah pada dolar Amerika Serikat (USD) selalu tunjukkan performa. Rupiah sampai Juli 2016 terdaftar menguat atau terapresiasi 4, 7%.

Menurut dia, penguatan nilai ganti mata duit Garuda itu didorong mulai meningkatnya keyakinan pasar pada keadaan ekonomi Tanah Air. Mengakibatkan, rupiah selalu alami penguatan bersamaan terjaganya angka inflasi pada level rendah, dan defisit transaksi jalan (current akun deficit/CAD) yang selalu alami penurunan.

 " Sesudah alami depresiasi pada 2014, rupiah mengubah di September 2015 serta meneruskan trend penguatan di 2016. Hingga minggu pertama Juli 2016, rupiah menguat sekitaran 4, 7% serta menyentuh level Rp13. 117/USD, " katanya di Gedung BI, Jakarta, Senin (8/8/2016).

Sesaat, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan, terdongkraknya nilai ganti mata duit Garuda karena sebab aliran dana yang masuk (capital inflow) makin deras. Terdaftar, capital inflow yang masuk pada minggu lantas meraih Rp130 triliun.

Derasnya aliran dana yang masuk itu satu diantaranya di pengaruhi program pengampunan pajak (tax amnesty) yang diimplementasikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai sejak Juli 2016. ‎ Diluar itu, hal itu juga di pengaruhi suku bunga referensi Amerika Serikat (Fed Fund Rate) yang kenaikannya tidaklah terlalu besar.

 " Minggu lantas sekitaran Rp130 triliun, angka persisnya mesti saya teliti namun aliran dana masuk selalu masuk. Banyak aspek (capital inflow) Fed Rate naik tak tinggi, peletakan investasi Indonesia termasuk juga yang menarik tidak cuma suku bunga namun juga prospek ekonomi serta aliran Tax Amnesty, " tandasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar